Programmer, Coretax, dan Ekonomi Digital Indonesia

Programmer, Coretax, dan Ekonomi Digital Indonesia
Transformasi digital telah menjadi mesin baru bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Programmer tidak lagi hanya dianggap sebagai penulis kode, melainkan arsitek inovasi yang mampu menciptakan solusi nyata bagi sektor publik dan swasta. Salah satu proyek penting yang menandai peran teknologi dalam pengelolaan fiskal negara adalah Coretax, sistem terpadu perpajakan Indonesia yang dirancang untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akurasi penerimaan pajak.

Namun perjalanan Coretax tidak selalu mulus. Hambatan teknis membuat proyek ini berjalan lebih lambat dari target. Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya: “Kami akan selesaikan masalah Coretax secepatnya, saya akan bawa tim IT dari luar (Instansi Kemenkeu) untuk bisa mengerjakan dengan cepat.”[1] Ucapan ini mencerminkan urgensi reformasi perpajakan digital, sekaligus menyoroti betapa pentingnya keberadaan programmer dalam menopang kebijakan fiskal.

Jika kita masih harus mendatangkan tim IT dari luar negeri, artinya kapasitas programmer dalam negeri harus lebih diperkuat. Padahal, Indonesia memiliki banyak talenta digital yang mampu bersaing secara global[2]. Dengan kebijakan yang mendukung riset, pelatihan, dan pemberdayaan programmer lokal, pemerintah tidak hanya dapat menyelesaikan masalah Coretax, tetapi juga memperkuat kedaulatan digital Indonesia.

Ke depan, keberhasilan Coretax akan menjadi tolok ukur sinergi antara kebijakan fiskal dan teknologi digital. Programmer harus ditempatkan sebagai mitra strategis, bukan sekadar tenaga teknis. Dengan latar belakang teknik dan ekonomi, Pak Purbaya memiliki posisi unik untuk menjembatani dunia fiskal dengan teknologi. Jika strategi ini berhasil, Indonesia tidak hanya menyelesaikan Coretax, tetapi juga membangun fondasi ekonomi digital yang kokoh dan berdaya saing global.


[1] Special Interview: Menkeu Purbaya bicara resep bangkitkan ekonomi RI, Bloomberg Technoz, Youtube.
[2] 7 Fakta Menarik tentang Kebutuhan Talenta Digital di Indonesia, Institut Digital Ekonomi, lpkia.ac.id.

Share this article:

Comments

No comments yet. Be the first to share your thoughts!